AKU BERANJAK PERGI
Hari ini hanya sekedar menyapamu “Hi” saja aku canggung.
Lidahku kaku seakan beku dengan dinginnya
hujan yang jatuh, kini aku hanya bisa memandangimu dari jauh sebab kau
yang kukenal tak seperti dulu lagi. Aku tahu sebelum kita benar benar menautkan
hati, kamu pernah berkata.
“Semua manusia itu bertopeng dik, dan kita
juga tidak tahu siapa yang bertopeng di antara kita”
Semestingya kalimat itu ku
dengarkan lamat lamat. Tapi apalah dulu, aku sempat tak peduli terhadap kamu
sebab aku hanya ingin menjaga perasaan sahabatku. Namun nyatanya lambat laun
perasaan ini tumbuh juga, sebab kamu yang tak pernah berhenti merayu.
Aku tahu dua tahun yang lalu, aku
sempat acuh tak acuh padamu. Meskipun berkali kali kamu datang merayu, kamu
menyapaku tanpa henti di saat bertemu. Hingga tak mampu, kamu juga melayangkan
pesan melalu SMS dan berkata “Aku adalah lelaki yang menyukai senyummu”.
Bagiku kata kata itu tidak
penting untuk orang yang tak pernah peka padamu dulu, acuhku padamu bukan
berarti aku juga tak pernah memiliki rasa yang sama padamu. Hanya saja aku
ingin begini, menikmati hubungan kita dengan rasa nyaman bukan ikatan yang pada
akhirnya menyesakkan. Meskipun menyimpan rasa suka diam - diam itu lebih
menyakitkan sebab dia yang dulu pernah menjadi kekasihmu kini kembali padamu,
lantas apalah dayaku untuk menahan kamu.
Apakah kita ini bukan dua orang
yang sedang jatuh cinta? Lalu, kenapa tiba – tiba ada dia, dia yang dulu sempat
melukaimu dan membuatmu menjadi orang asing di hatinya kini datang dan membawa
kamu pergi
Jangan pernah berpaling dan
membuat kita menjadi dua orang yang asing, aku tahu ada banyak orang di
permukaan bumi ini bisa mencuri kamu atau pun aku. Tapi aku hanya inggin ada kamu
dan aku saja yang menjadi kita yang menjalani hubungan ini tanpa ada dia. Tapi
apalah daya, hujan membawamu pergi bersama kenangan yang pernah kita miliki
dulu.
Pada akhirnya apa yang aku
perjuangkan harus aku relakan dengan kata bahwa Akad nikah akan segera
mempersatukan kamu dan dia. Pada akhirnya semua kisah ini hanya akan menjadi
barangan kenangan yang akan aku bawa
pergi menjauh dari kamu dan dia. Pada titik dan koma aku berjanji tidak akan
mengenalmu lagi, selamat mengucap janji setia dengan dia yang kamu cinta.