Kamis, 22 Oktober 2015
Selasa, 20 Oktober 2015
www. dipenghujung senja.com
DI PENGHUJUNG SENJA
Kepakkanlah sayapmu kasih
Dan terbanglah setinggi – tingginya, untuk meraih cita – citamu
Tapi ketika senja itu memerah, bersegeralah pulang
Kan ku tunggu kau dipenghujung
senja di bawah langit merah jinga, tuk melepas rindu yang sekian lama membeku.
#Bagian 1
Sore itu daun –
daun kering berjatuhan ditaman, berserakan tertiup angin. Sore itu aku pergi
berjalan menyusuri taman yang berdekatan dengan pantai, tak sengaja mataku
melihat seorang gadis yang sedang duduk dan memegang buku catatan berwarna biru
yang sampulnya bertuliskan “i’m here and remaind here” , gadis itu duduk sambil
menghadap ke timur dan tanganya mulai berlahan – lahan mengoreskan tinta
penanya kedalam buku itu, entalah apa yang sedang ia tuliskan sembari aku berkata
di dalam hati. Akupun semakin penasaran dengannya, dan aku berlahan – lahan
berjalan mendekatinya.
Haii, , , , , , aku wisnu. Siapa namamu?
Namun gadis itu
masih saja terdiam dan serius dengan tulisannya, dan tak lama kemudian dia
merespon.
Hai juga, , , Aku
bulan.
Oh nama yang begitu
indah, seindah wajahmu, kata wisnu.
Bulanpun berkata,
Ah. . kamu bisa saja sambil tersipu malu.
Dari setulah
perkenalan mereka terjadi dan akhirnya mereka berdua menjadi sahabat karib yang
sangat mengerti satu sama lain, dan mereka saling mendukung.
Suatu hari yang
begitu cerah, mereka berdua membuat janji untuk bertemu di tempat yang
biasanya, ia di taman tempat pertama kali mereka bertemu. Saat itu wisnu
mencoba menghubungi bulan melalui nomor handponhe yang di berikan oleh bulan.
Namun apa yang terjadi, Wisnu tak dapat menghubungi bulan, dan bulanpun tak
terlihat di taman itu. Wisnu menunggu bulan di tempat biasanya sambil
memandangi senja seraya ia mencari tahu apa yang sebenarnya dilakukan bulan
ketika ia memandangi senja di sini, namun hingga senja itu memerah dan kembali
keperaduannya wisnu masih saja tidak mendapatkan apa – apa dari memandang senja
hingga sengga senja itu tenggelam. Namun tak lama kemudian ada seorang gadis
menghampirinya, sambil berkata.
Permisi, dengan Mas
Wisnu yah?
Wisnupun terbangun
dari lamunannya itu, lalu berkata “ ia saya sendiri, maaf mbak siapa?
Ia saya Febri
temannya Bulan, Bulan bercerita mengenai mas wisnu di saat pertama ketemu sama
mas di taman ini, dan saat ini Bulan tidak bisa datang menemui mas disini.
Wisnupun mulai
penasaran apa sebenarnya yang terjadi dengan Bulan, Lalu Ia bertanya kepada
febri sambil memasang wajah yang cemas “ apa sebanarnya yang terjadi dengan
bulan?
Febri, maaf mas
saya tidak bisa memberi tahu mas saat ini, mungkin suatu saat nanti mas akan
tahu yang sebenarnya. Permisi. .
Tapi tunggu mbak,
kata wisnu. Namun febri tidak menghiraukan pangilan wisnu itu.
Febri berjalan
lurus ke mobilnya, tanpa menghiraukan
pangilan wisnu yang penasaran dengan keadaan Bulan. Wisnupun kembali duduk di
kursi itu sambil meruduk dan penuh dengan pertanyaan yang tak kunjung ia
temukan jawabannya.
Senjapun kembali
keperaduannya, kini hanya lampu – lampu taman yang menerangi tempat itu, dan
tak seorangpun berada di taman itu selain Wisnu yang terpaku membisu tanpa
suara Hanya deburan ombaklah yang senantiasa menyapa melalui kebisuan, ombak
itu berdebur menyanyikan lagu kerinduan melalui kebisuan.
Namun tak lama
kemudian, Hadphone Wisnu berdering secepat mungkin ia mengambil dari saku celananya,
dan ternyata “Mama”. Langsung saja ia mengangkatnya dan mencoba menenangkan
diri, dan suara mama di seberang sana “Assallammualaikum, wis kamu ada dimana?
hari sudah gelap segeralah pulang. . Wisnupun menjawab “Wa’allaikumssalam
wr.wb, ia ma sebentar lagi Wisnu pulang. Tiba – tiba saja pembicaraan itu
terputus. Dan tak lama kemudian wisnupun beranjak pergi meninggalkan tempat itu
dengan berat hati, ia kembali ke rumah dengan mengendarai motor Vario merahnya.
Dan sesampainya
dirumah, seperti biasanya Ia mengucapkan salam. Dan langsung masuk ke dalam
kamar, menghempaskan badannya sejenak
ketempat tidur berharap rasa lelah itu hilang. Lagi lamunannya
dikacaukan dengan suara mama yang berteriak memanggilnnya.
Wisnu. . Segeralah
mandi nak, lalu makan. Mama sudah menyiapkan makanan kesukaanmu di atas meja.
Langganan:
Postingan (Atom)