Selasa, 20 Oktober 2015

www. dipenghujung senja.com



DI PENGHUJUNG SENJA
Kepakkanlah sayapmu kasih
Dan terbanglah setinggi – tingginya, untuk meraih cita – citamu
Tapi ketika senja itu memerah, bersegeralah pulang
Kan ku tunggu kau  dipenghujung senja di bawah langit merah jinga, tuk melepas rindu yang sekian lama membeku.
#Bagian 1
Sore itu daun – daun kering berjatuhan ditaman, berserakan tertiup angin. Sore itu aku pergi berjalan menyusuri taman yang berdekatan dengan pantai, tak sengaja mataku melihat seorang gadis yang sedang duduk dan memegang buku catatan berwarna biru yang sampulnya bertuliskan “i’m here and remaind here” , gadis itu duduk sambil menghadap ke timur dan tanganya mulai berlahan – lahan mengoreskan tinta penanya kedalam buku itu, entalah apa yang sedang ia tuliskan sembari aku berkata di dalam hati. Akupun semakin penasaran dengannya, dan aku berlahan – lahan berjalan mendekatinya.
Haii, , , ,  , , aku wisnu. Siapa namamu?
Namun gadis itu masih saja terdiam dan serius dengan tulisannya, dan tak lama kemudian dia merespon.
Hai juga, , , Aku bulan.
Oh nama yang begitu indah, seindah wajahmu, kata wisnu.
Bulanpun berkata, Ah. . kamu bisa saja sambil tersipu malu.
Dari setulah perkenalan mereka terjadi dan akhirnya mereka berdua menjadi sahabat karib yang sangat mengerti satu sama lain, dan mereka saling mendukung.
Suatu hari yang begitu cerah, mereka berdua membuat janji untuk bertemu di tempat yang biasanya, ia di taman tempat pertama kali mereka bertemu. Saat itu wisnu mencoba menghubungi bulan melalui nomor handponhe yang di berikan oleh bulan. Namun apa yang terjadi, Wisnu tak dapat menghubungi bulan, dan bulanpun tak terlihat di taman itu. Wisnu menunggu bulan di tempat biasanya sambil memandangi senja seraya ia mencari tahu apa yang sebenarnya dilakukan bulan ketika ia memandangi senja di sini, namun hingga senja itu memerah dan kembali keperaduannya wisnu masih saja tidak mendapatkan apa – apa dari memandang senja hingga sengga senja itu tenggelam. Namun tak lama kemudian ada seorang gadis menghampirinya, sambil berkata.
Permisi, dengan Mas Wisnu yah?
Wisnupun terbangun dari lamunannya itu, lalu berkata “ ia saya sendiri, maaf mbak siapa?
Ia saya Febri temannya Bulan, Bulan bercerita mengenai mas wisnu di saat pertama ketemu sama mas di taman ini, dan saat ini Bulan tidak bisa datang menemui mas disini.
Wisnupun mulai penasaran apa sebenarnya yang terjadi dengan Bulan, Lalu Ia bertanya kepada febri sambil memasang wajah yang cemas “ apa sebanarnya yang terjadi dengan bulan?
Febri, maaf mas saya tidak bisa memberi tahu mas saat ini, mungkin suatu saat nanti mas akan tahu yang sebenarnya. Permisi. .
Tapi tunggu mbak, kata wisnu. Namun febri tidak menghiraukan pangilan wisnu itu.
Febri berjalan lurus ke mobilnya, tanpa  menghiraukan pangilan wisnu yang penasaran dengan keadaan Bulan. Wisnupun kembali duduk di kursi itu sambil meruduk dan penuh dengan pertanyaan yang tak kunjung ia temukan jawabannya.
Senjapun kembali keperaduannya, kini hanya lampu – lampu taman yang menerangi tempat itu, dan tak seorangpun berada di taman itu selain Wisnu yang terpaku membisu tanpa suara Hanya deburan ombaklah yang senantiasa menyapa melalui kebisuan, ombak itu berdebur menyanyikan lagu kerinduan melalui kebisuan.
Namun tak lama kemudian, Hadphone Wisnu berdering secepat mungkin ia mengambil dari saku celananya, dan ternyata “Mama”. Langsung saja ia mengangkatnya dan mencoba menenangkan diri, dan suara mama di seberang sana “Assallammualaikum, wis kamu ada dimana? hari sudah gelap segeralah pulang. . Wisnupun menjawab “Wa’allaikumssalam wr.wb, ia ma sebentar lagi Wisnu pulang. Tiba – tiba saja pembicaraan itu terputus. Dan tak lama kemudian wisnupun beranjak pergi meninggalkan tempat itu dengan berat hati, ia kembali ke rumah dengan mengendarai motor Vario merahnya.
Dan sesampainya dirumah, seperti biasanya Ia mengucapkan salam. Dan langsung masuk ke dalam kamar, menghempaskan badannya sejenak  ketempat tidur berharap rasa lelah itu hilang. Lagi lamunannya dikacaukan dengan suara mama yang berteriak memanggilnnya.
Wisnu. . Segeralah mandi nak, lalu makan. Mama sudah menyiapkan makanan kesukaanmu di atas meja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar